ADION, Dari Basket, Sahabat Hingga Karir

Masih lekat dalam ingatan kala SMP mulai main basket karena gandrung dengan Michael Jordan, Kevin Johnson, Magic, Tim Hardaway dan sederet atlet NBA lainnya. Namun ketika SMA-lah pengalaman berkompetisi basket di sekolah dan klub sangat berkesan. Di SMA 55 saat itu bang Tedja Bimantara yang menjadi pelatih kami. Saya bermain bersama dengan Arisudai Arisudai dan Dodi Yuniarso (2 sahabat dekat saya). Lalu juga BT, Eko Darmanto, Bowo, Dwi Sukisno, Ferry Adriansyah, Ivan, Adi Hadian, Wahyudi Syarif, dan teman2 lainnya.

Luar biasa berkesan. Awalnya kami selalu kalah di babak awal. Lalu ketika saya kelas 2 SMA, banyak perubahan terjadi. Tidak hanya soal latihan basket tapi juga membangun kebersamaan. Basket mengajarkan kami tentang tenggang rasa, saling mengenal karakter teman, bersabar, strategi hingga leadership. Semua dilakukan dengan suka duka, menikmati proses.

Dari sini karakter mulai terbentuk, saya juga belajar menjadi pemimpin hingga aktif di organisasi. Rasa percaya diri timbul. Prestasi basket SMA 55 saat saya kelas 2 SMA mengalami kenaikan bahkan kami sering mencapai final. Piala dan penghargaan datang. Saat kelas tiga bahkan sempat menjadi juara 1. Bolak balik saat upacara bendera dipanggil untuk mengangkat piala.
Tapi semua ini juga tidak lepas dari peran ADION, klub basket saya saat itu. 90% tim SMA 55 juga bermain di Adion. Apalagi memang Bang Tedja adalah pelatih Adion juga. Jadi kami latihan di klub dan sekolah. Seminggu 3x.
Lepas dari SMA, saya tidak berniat meneruskan karir basket. Namun basket juga yang membuka pertemanan saat kuliah di FH Unair, Surabaya. Saya mendapat banyak sahabat. Bahkan masuk senat pun sebagai perwakilan Komunitas Olah Raga. Saya banya belajar organisasi dan kepemimpinan akhirnya, bahkan kelewat aktif. Bersama Kampus Unair sempt merasakan juara 1 LIBAMA se Jawa Timur dan ikut ke putaran LIBAMA Nasional.

Pengalaman yang luar biasa.
Ketika mulai berkarir di Adnan Buyung Nasution & Partners, saya ikut Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH). Di tahun pertama saya ikut, kami menjadi juara basket, senang. Dan karir pun berlanjut ke kantor Hanafiah Ponggawa & Partners. Di sana saya merasa terhormat bisa bermain basket dan menjuarai kompetisi basketnya bersama dengan Pak Al Hakim Hanafiah, ilyas, Bobby, Jo, Hendra Ong dkk. Menyenangkan jadi lawyer yang tetap bekerja dengan fun sambil berolahraga. Kini saya memiliki kantor hukum sendiri.
Saya besar dalam dunia basket. Kini saya kembali ke ADION dan menjadi Pengurus Adion. Bersama dengan Bang tedja, Bang Arie Orix, Bang Uthe, Khalid, Nia, Eko dan Geordano Ganthi. Waktunya berkontribusi, menyampikan terimakasih atas semua yang saya capai hari ini.
ADION tidak hanya mengajarkan saya tentang basket. Tapi juga tentang persahabatan, kepemimpinan, saling menghargai, team work hingga mental juara untuk meraih impian.
Salam hormat saya kepada senior Bang Trio Toruan, Bang Syarif, Bang Ebek, Bang Jali, Bang Kojay serta senior lainnya.
Mari kembali membesarkan ADION kita tercinta.
Terimakasih ADION.
Bimo Prasetio
bimoprasetio.com
Join us!
Email: adion_basketball@yahoo.com
Website: adionbasketball.com

 

No Replies to "ADION, Dari Basket, Sahabat Hingga Karir"


    Got something to say?

    Some html is OK